|
|
|
|
Pada awalnya kami mencoba Konverter unit ini pada Suzuki Side Kick 1600 cc, dan kami dapatkan hasil : untuk 1 kg LPG dapat menempuh jarak sekitar 14 km (padahal bila menggunakan premium 1 ltr = 11 km). .. Ah ... sama saja, demikian pada awal percobaan. Tidak ada perubahan pada mesin, hanya disisipi pencampur antara udara dengan Gas LPG yang keluar dari konverter menuju ke Karburator. Setting idle Gas hanya disesuaikan sedikit, supaya saat pemindahan dari LPG ke Bensin atau sebaliknya menjadi tidak ada perubahan putaran mesin (RPM). Tidak ada kehilangan daya pada kecepatan rendah. Tidak ada knocking (klitik) walau masuk gigi tinggi pada saat kecepatan rendah sekalipun (RON= 104? 110? MON? Wakaranai). Weezz..
|
|
|
Kecepatan Maksimum disetting = 70 km/jam. Ketika mudik (2006 & 2007), konsumsi 1 tabung LPG (12Kg) dapat mencapai jarak berkisar antara 180 km sampai 217 km. Maklum tidak ada pengecekan berat saat beli diwarung pinggir jalan.
Ada sedikit kelemahan, saat tanjakan, power mesin sedikit berkurang. Dan juga tarikan mesin sedikit kalah bila dibandingkan pakai bensin. Tapi kalau urusan hemat menghemat kantong, ... he ... he ... Lumayan lah. Mau Racing apa mau Irit ? Dan oleh-olehnya semakin banyak neh.
...Baru : SUPER HYBRID (HHO)...
..Maaf masih tes..(belum produksi).
Mulai akhir 2007 sampai Oktober 2008, Ritgaze juga melakukan uji coba dengan menggunakan teknologi HHO. Tapi setelah dikutak-kutik sendiri, akhirnya dapat kami kembangkan teknologi SUPER HYBRID, penggabungan antara Hydroxy/HHO dengan LPG, ternyata didapatkan hasil yang lebih baik daripada menggunakan LPG sendiri.
|
|
|
Urusan irit mengirit memang harus hati - hati, salah langkah bisa bikin jebol mesin dan juga kantong.
Ditahun 2007, kami mulai mencoba pada Suzuki Carry 1000cc, kenapa 1000 cc ? inilah salah satu pengiritan. Volume Gas yang dihisap oleh piston 1000 cc tentu berbeda dengan 1600 cc. Jelas lebih sedikit. Dan juga ruangan mesin carry 1000 cc ini lebih rapet sehingga membuat panas mesin lebih "ngumpul" dan hal ini membuat perjalanan Gas menjadi lebih hangat. Dan sangat siap untuk masuk ke ruang bakar. Rekor konsumsi untuk 1 kg LPG dapat mencapai 35 km ... Wow. Dengan kecepatan maximum 55 km / jam.
Kalau disetting kecepatan 60 - 70 km / jam, rata - rata 1 kg LPG = 25 km.
Satu hari angkot pake bensin = 10 ltr (140 km?) = Rp 60.000,00, bila pake LPG, 2 tabung (kecil)= Rp 36.000 . Untungnya silakan hitung sendiri. Yang jelas 2 - 3 bulan sudah balik modal.
Perilaku sopir jadi tidak bisa ngebut, mesin jadi lebih dingin, dsb, dst.
Sesuai dengan Eco-driving. PELUANG JADI DISZTRIBUTOR masih terbuka.
Kami sendiri memakai Gas ini untuk keperluan sehari-hari sudah sejak 2006 sampai sekarang tanpa kesulitan, bahkan mendapatkan keuntungan : lebih "ngirit" hampir 50 %, ganti oli lebih banyak km nya, Konverter nya sendiri tanpa ada pergantian spare part, dsb.
..Baru : SUPER HYBRID (HHO)..
Untuk sementara didapat hasil : 1 kg LPG (kecil) = 21 km....Lumayan....tetap menggunakan engine 1600 cc, Suzuki Side Kick (bukan city car lho..)
..Bukan sulap..bukan sihir..bukan pula pembohongan publik..
Mudah-mudahan langkah awal ini dapat terus ditingkatkan dan segera dipasarkan.
|